THE VOTERS, MAKASSAR — Tim PKM PM Universitas Negeri Makassar (UNM) meluncurkan inisiatif pengabdian masyarakat terbaru di SLBC Yayasan Pembinaan Pendidikan Luar Biasa (YPPLB) Makassar, bertajuk “Sipakatau: Stimulus Potensi Anak Tunagrahita melalui Teknologi Coumtouch Interactive Whiteboard.” Program ini bertujuan untuk menghadirkan solusi pendidikan yang inovatif dan lebih inklusif bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Dalam acara pembukaan yang dihadiri oleh berbagai pihak, Ilyas Ibrahim Kepala SLBC YPPLB Makassar, menyambut antusias hadirnya teknologi baru ini. “Dengan adanya Coumtouch Interactive Whiteboard, kami berharap dapat memperbaiki metode pembelajaran kami, membuatnya lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa kami. Ini adalah langkah maju dalam upaya kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah ini,” kata Ilyas Ibrahim.

Program ini menawarkan pelatihan intensif bagi guru-guru SLBC YPPLB Makassar, yang meliputi cara efektif menggunakan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran, berbagai troubleshoot yang munngkin terjadi dan solusi perbaikannya, serta menjelaskan fitur-fitur apa saja yang terdapat dalam teknologi ini.

Ketua Program Pengabdian Masyarakat UNM, Nurrahmah Agusnaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen tim untuk menerapkan teknologi dan metode pendidikan terbaru. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata dengan menghadirkan teknologi yang dapat membantu anak-anak tunagrahita belajar dengan lebih baik. Program ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran,” ujar Nurrahmah Agusnaya.

Sesi pelatihan ini juga melibatkan interaksi langsung antara siswa, guru, dan tim, sehingga semua pihak dapat merasakan manfaat teknologi secara langsung. Evaluasi awal dilakukan untuk mengukur dampak teknologi ini terhadap motivasi dan keterlibatan siswa, dengan harapan dapat menyesuaikan dan meningkatkan program lebih lanjut.

Sejumlah orang tua siswa juga diundang untuk mengikuti rangkaian kegiatan tentang manfaat dan penggunaan Coumtouch Interactive Whiteboard, sehingga mereka dapat mendukung anak-anak mereka dalam lingkungan belajar yang baru.

Sri Asmawati, seorang guru di SLBC YPPLB Makassar, mengatakan, “Teknologi ini memberikan cara baru yang menyenangkan untuk berinteraksi dengan siswa. Kami berharap ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan memotivasi siswa untuk lebih aktif terlibat dalam pelajaran.”

Dengan inisiatif ini, tim PKM UNM dan SLBC YPPLB Makassar berharap dapat menjembatani kesenjangan dalam pendidikan untuk anak-anak tunagrahita, menyediakan mereka alat yang mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif serta meningkatkan motivasi belajar para peserta didik. (***)