THE VOTERS, MAKASSAR – Direktur Indonesia Political Institute (IPI), Suwadi Idris Amir, mengklaim bahwa Andi Sudirman Sulaiman berpotensi diusung oleh DPP Partai Gerindra sebagai Calon Gubernur Sulsel.

Keyakinan ini didasarkan pada hubungan erat antara Andi Amran Sulaiman, yang merupakan saudara dari Andi Sudirman, dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Amran Sulaiman dan Prabowo dinilai memiliki hubungan pribadi yang baik, selain sebagai sesama menteri di Kabinet Indonesia Maju di bawah komando Presiden Jokowi.

Menurut Suwadi, keduanya sering terlihat menikmati waktu bersama di luar kegiatan politik formal, termasuk kebiasaan mereka untuk ngopi bersama.

“Dia memiliki jejaring yang kuat, bisa dikatakan Ketua Umum (Gerindra Prabowo Subianto) ini teman ngopinya di Jakarta,” kata Suwadi Idris saat jumpa pers di Red Corner Cafe, Makassar, Rabu (12/6/2024) malam.

Kedekatan ini, menurut Suwadi, dapat mempengaruhi keputusan politik di tingkat pusat, termasuk penentuan calon kepala daerah.

Walaupun kader Gerindra mendorong Andi Iwan Darmawan Aras untuk maju di Pilgub Sulsel, Suwadi berpendapat bahwa hal itu belum pasti terjadi.

“Saya ingin mengatakan bahwa Amran Sulaiman ini memiliki dua kekuatan yang bisa digunakan untuk mengontrol pergerakan politik. Pertama, dia saat ini kembali jadi Menteri Pertanian (Mentan),” ujarnya.

Kedua, kata Suwadi, Amran Sulaiman menghadirkan adiknya, yakni Andi Sudirman Sulaiman, dengan kekuatan finansial yang kuat.

Kehadiran Andi Sudirman sebagai Bakal Calon Gubernur Sulsel dinilai bisa membuat pergerakan politik menjadi lebih leluasa atau terkontrol.

“Menurut saya salah satunya adalah kekuatan finansial. Sebab, suka atau tidak suka, hari ini kalau ini (finansial) tidak kuat, partai juga akan berpikir untuk merapat ke kita,” ucap Suwadi.

Suwadi juga menyoroti tantangan berat yang dihadapi kandidat lain dalam melawan klan Amran Sulaiman.

Menurutnya, kandidat lain tidak bisa menandingi kekuatan finansial yang dimiliki oleh Amran Sulaiman.

Bahkan, Suwadi blak-blakan bahwa pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam adalah keluarga dekat Amran Sulaiman.

Pencalonan Andi Sudirman dinilai didukung penuh oleh Haji Isam, yang memiliki kekuatan finansial besar.

“Karena yang dihadapi ini, orang yang ketika menghabiskan uang misalnya 500 miliar, 1 triliun, itu hanya penghasilan 2 atau tiga bulan dari pekerjaannya,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjutnya, kandidat lain harus mengumpulkan pundi-pundi rupiah sampai 20 atau 30 tahun untuk bisa mengumpulkan uang sebesar 200 miliar hingga 500 miliar.

“Itupun kalau bisa. Sementara yang dihadapi ini, kalau pun mau membuang-buang uang sampai 1 triliun itu hanya penghasilan sampai 2 atau 3 bulan. Dan ini bukan asumsi, benar bahwa penghasilan Haji Isam itu bisa sampai 1 triliun per bulan,” bebernya.

Suwadi menambahkan, Amran Sulaiman bisa mengumpulkan uang sampai 500 miliar per bulan.

“Kalau kita bisa bayangkan kalau hanya membuang-buang uang 1 triliun, itu penghasilan satu bulan. Jadi lawannya ini harus bisa mengumpulkan uang sampai 30 tahun untuk bisa mengumpulkan uang sesuai kebutuhannya maju di Pilgub Sulsel,” katanya.

Oleh karena itu, Suwadi mengingatkan kepada calon pesaing Andi Sudirman terkait Pilgub Sulsel.

Sebab, eks Gubernur Sulsel tersebut dinilai sangat siap dari segi keuangan untuk bertarung di Pilkada Serentak 2024.

“Suka atau tidak suka, itulah yang membuat orang takut dan ngeri terhadap Andi Sudirman,” imbuh Suwadi.

Suwadi Nilai Parpol Pikir-pikir Usung Kandidat yang Minim Finansial

Suwadi menilai bahwa kandidat yang kurang finansialnya sangat susah mendapatkan rekomendasi dari partai politik.

Hal ini lantaran, selain elektabilitas, logistik juga dianggap penting dalam pertarungan politik, apalagi jika ingin mendapat dukungan dari parpol pengusung.

“Menurut saya kekuatan yang ia miliki, dia bisa membangun komunikasi kepada seluruh partai politik, karena dia didukung oleh kekuatannya untuk bisa melakukan itu,” tandasnya.