THE VOTERS, MAKASSAR – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Enrekang 2024 diprediksi akan diramaikan tiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati.

Ketua DPC Partai Demokrat Enrekang, Andi Hairul, mengungkapkan hal ini saat ditemui di Hotel Claro, Jl AP Pettarani Makassar, Kamis (23/5/2024) malam.

“Kalau melihat peta politik, kemungkinan hanya tiga paslon,” kata Andi Hairul.

Menurutnya, hanya ada tiga calon yang serius maju karena mereka yang intens membangun jaringan.

Ketiga calon tersebut adalah Ketua Golkar Enrekang Muh Irpan.

Selanjutnya, anggota DPR RI Fraksi PAN sekaligus putra mahkota eks Bupati Enrekang Muslimin Bando, Mitra Fakhruddin.

Terakhir nama Wakil Ketua Nasdem Enrekang, Yusuf Ritangnga.

Andi Hairul memberikan gambaran bahwa berdasarkan hasil Pemilu 2024, Nasdem berhasil meraih 9 kursi di DPRD Enrekang.

Hal ini melebihi batas persyaratan untuk mengusung paslon sendiri di Pemilihan Calon Bupati-Wakil Bupati Enrekang.

Dengan pencapaian ini, Nasdem percaya diri mengusung Yusuf Ritangnga sebagai calon tanpa perlu berkoalisi dengan partai lain.

Sementara itu, PAN yang meraih 5 kursi juga menyiapkan Mitra Fakhruddin sebagai calon.

Terdapat sebanyak 30 kursi yang bakal jadi modal para kandidat dalam perebutan kursi 01 daerah julukan Bumi Massenrempulu.

Sementara syarat dukungan partai politik atau gabungan parpol harus minimal 20 persen atau 6 kursi jika mengusung paslon.

“PAN hanya butuh satu kursi lagi untuk memenuhi syarat mengusung pasangan calon,” kata Andi Hairul. Di sisi lain, Golkar menyiapkan Muh Irpan dan membutuhkan dua kursi untuk mengusung pasangannya.

Terkait figur yang bakal diusung oleh Partai Demokrat, Andi Hairul mengungkapkan bahwa sejumlah nama telah mengambil formulir pendaftaran.

Di antaranya adalah Mitra Fakhruddin, politisi Partai Demokrat Hasri, dan Yusuf Ritangnga.

Namun, hanya Mitra Fakhruddin yang telah menjalani tes uji kelayakan dan kepatutan (UKK).

“Sementara itu, Letkol Inf Deswanto Anto Marjanu adalah satu-satunya Balon Wabup Enrekang yang telah menjalani UKK,” katanya.

“Proses seleksi UKK untuk dua nama lainnya, yakni Hasri Jack dan Yusuf Ritangnga, akan dijadwalkan ulang,” tambahnya.

Adapun penentuan calon kandidat sepenuhnya menjadi wewenang Demokrat Sulsel, dengan pertimbangan dari DPP.

Andi Hairul menegaskan bahwa tugas mereka hanyalah membuka pendaftaran bakal calon.